JS Neo - шаблон joomla Новости

Berita Terbaru

OrganisasiYATSejarahMasa AwalCabang AttaqwaUjian Akhir MI Se-Perguruan Attaqwa

Ujian Akhir MI Se-Perguruan Attaqwa

Published in Cabang Attaqwa
Written by  12 July 2015
Rate this item
(0 votes)

khamiennoer ujianakhir miPerguruan Attaqwa melaksanakan kegiatan ujian akhir madrasah ibtidaiyah selama 4 hari yaitu pada tanggal 27-30 April 2015. Hari pertama ujian dilaksanakan di Pondok Pesantren Attaqwa Pusat yang ditempatkan di tiga lokasi yaitu Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Attaqwa 01 sebanyak 22 lokal, Madrasah Aliyah (MA) Attaqwa Pusat Putra sebanyak 14 lokal dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Attaqwa Pusat Putra sebanyak 20 lokal. Jadi, kebutuhan lokal untuk pelaksanaan Ujian Akhir ini sebanyak 53 lokal. Hari kedua hingga hari keempat, pelaksanaan ujian dilakukan di sekolah masing-masing.

Ujian Akhir ini diikuti 55 madrasah ibtidaiyah, baik yang ada di Pusat maupun yang ada di cabang. Adapun jumlah peserta yang mengikuti Ujian Akhir pada tahun pelajaran 2014/2015 ini sebanyak 2.017 peserta yang terdiri atas 992 siswa dan 1.025 putri. Ada kenaikan jumlah peserta Ujian Akhir tahun ini dibanding tahun lalu sekitar 1.963 siswa.

“Semoga pelaksanan Ujian Akhir berjalan lancer. Semoga standar kurikulum Attaqwa bisa diterapkan oleh seluruh cabang. Karena itu, Ujian Akhir ini merupakan barometer untuk mengukur sejauhmana kurikulum mulok Attaqwa dilaksanakan oleh sekolah-sekolah. Jadi tidak hanya untuk melihat keberhasilan dari kualitas menilai dari pelaksanaan ujian akhir tadi, namun sekaligus untuk melihat kesungguhan dan keseriusan cabang-cabang kita untuk menerapkan mulok Attaqwa,” ucap H. M. Ahbab Achfasy, S. Ag., selaku sekretaris panitia.

“Sesungguhnya kegiatan ujian ini tidak hanya dalam bentuk ujian pelajaran, tetapi juga ujian yang bersifat menyeluruh seperti ujian mental dan ujian kesabaran. Karena ketika mereka mengikuti ujian di Attaqwa Pusat tentunya yang dibutuhkan tidak hanya satu kemampuan ilmiah, intelektual, atau akademis, tetapi juga kesabaran mereka, kedisiplinan mereka, termasuk juga loyalitas mereka terhadap Attaqwa Pusat,” ucap Pimpinan Perguruan Attaqwa, KH M. Amin Noer, M. A dalam sambutannya.

Beliau juga mengatakan bahwa madrasah ibtidaiyah (MI) merupakan tingkat dasar dalam pendidikan. Lulusan MI minimal harus mampu mengusai tiga kemampuan pokok yaitu calistung (mahir membaca, pandai menulis, dan mahir dalam berhitung). Perguruan Attaqwa mengharapkan bahwa pada tingkat ibtidaiyah mereka sudah mampu menguasai ilmu-ilmu dasar. Ilmu umum dengan calistung, sedangkan ilmu agama adalah hal yang bersifatnya fardu ain, khususnya yang berkaitan dengan rukun iman maupun rukun Islam. Melalui Ujian Akhir ini akan terlihat sejaumana realisasi kurikulum dijalankan dan sejauhmana kemampuan siswa menerima pelajaran yang diberikan oleh guru selama 6 tahun.

Menurut Sekum, H. Irfan Mas'ud, M.A., pelaksanaan Ujian MI se-Perguruan Attaqwa ini, dan dalam waktu yang sama Ujian Akhir III Aliyah Pondok Pesantren Attaqwa Putra dan Putri, akan dijadikan bahan evaluasi sejauh mana peserta didik memenuhi standar ke-Attaqwa-an yang diinginkan sesuai dengan arah kebijakan Bidang Perguruan, yaitu “Mewujudkan unit-unit pendidikan yang bermutu dan berstandar serta unggul dengan kekhasan ke-Attaqwa-an." Untuk itu, Sekum berharap laporan pelaksanaan ujian MI dan Pondok dapat segera diserahkan oleh Panitia Pelaksana, "Agar kita dapat segera bermusyawarah dan mengevaluasi bersama, berdasarkan laporan pelaksanaan itu, langkah-langkah dan kebijakan-kebijakan yang akan diambil untuk merealisasikan arah kebijakan Perguruan," harap Sekum Yayasan.

guruahbab ujianakhir mi

Pihak Perguruan berharap, para lulusan MI Attaqwa kelas 6 ini bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di MTS atau SMP Attaqwa, baik yang ada di Pusat maupun yang ada di cabang-cabang. Dahulu, pada zaman Almaghfrulah KH Noer Alie, sebelum tahun 1990, cabang-cabang Attaqwa hanya memiliki madrasah ibtidaiyah saja dan belum memiliki sekolah lanjutan sehingga banyak cabang melanjutkan ke Pusat. Sekarang, hampir 70% cabang-cabang sudah memiliki jenjang lanjutan seperti MTS/SMP dan MA/SMA sehingga lulusan MI/SD diarahkan untuk masuk ke cabang tersebut. Meskipun begitu, sebaiknya ada siswa cabang yang melanjutkan pendidikannya di Pusat agar keterkaitan antara Pusat dan cabang semakin erat. [AT]

 

noeralie

bukukhnoeralie