JS Neo - шаблон joomla Новости

Berita Terbaru

BeritaBeritaAttaqwa akan memperkuat sistem dan meninggalkan model menejemen Kharismatik

Attaqwa akan memperkuat sistem dan meninggalkan model menejemen Kharismatik

Published in Berita
Written by  AER 29 July 2015
Rate this item
(0 votes)

KH Amin Noer, Pimpinan Yayasan Attaqwa Bekasi Ujungharapan menyatakan bahwa Yayasan Attaqwa sedan g mematangkan proses transisi di lembaga yang terlah berusia setengah abad lebih ini. Transisi yang dimaksud adalah peralihan dari model kepemimpinan kharismatik yang mengandalkan pada kekuatan personal (tokoh) beralih kepada kepemimpinan yang berdasarkan pada sistem.

“Manusia punya keterbasan. Siapapun pemimpin punya batas. Namun sebuah organisiasi seperti Yayasan ini didirikan untuk masa yang tidak terbatas. Saya bisa tidak ada, tapi dengan mengandalkan sistem lembaga ini bisa terus menjalankan misinya dengan sempurna,” kata Kiyai Amin dalam percakapan dengan Pengurus Ikatan Keluarga Abituren Attaqwa. Hadir dalam kesempatan itu H Syamsul Falah, ketua IKAA, H Siful Bahri, Sekjen IKAA dan para pengurus lainnya.

 

Kiyai Amin menyebutkan banyak lembaga pendidikan Islam yang “tumbang” setelah pendirinya tiada. Beberapa nama dijadikan contoh. Tapi ada juga lembaga pendidikan Islam yang tetap eksis meski pendirinya telah tiada. Menurut Putra Kiyai Noer Alie ini, letak persoalannya pada sistem. Sebuah lembaga pendidikan yang sepenuhnya mengandalkan pada figur pendirinya saja, pasti akan “oleng” ketika sang pendiri meninggal dunia.

 

Dalam pengertian yang sangat sederhana, Kiyai menyebut penguatan sistem yang dimaksud adalah memperkuat institusi lembaga yang ada. Di dalam struktur yayasan ini kan sudah ada departemen-departemennya. Organisasi Yayasan adalah sesuatu yang disetting secara modern. Ada bidang-bidang yang menangani tiap bagian pekerjaan itu. Misalnya bidang Pendidikan, Awqof, Pembangunan, Dewan Masjid dan sebagainya. Ada sekretaris, bendaraha dan ketua-ketua bidang.

 

Sehingga penguatan sistem yang dimaksud adalah mengoptimalkan organisasi yayasan yang memang sudah terbentuk. Bagi Attaqwa, sebetulnya sistem itu sudah terbangun dengan baik. Yayasan, lembaga-lembaga pendidikannya, cabang-cabangnya dan sistem ketenagakerjaannya. Namun organisasi ini yang akan disegarkan dan dioptimalkan. Peran-peran individu yang selama ini masih menjadi andalan dalam setiap kebijakan akan beralih ke dalam peran organisasi.

 

Kiyai menyadari, diperlukan banyak syarat untuk membangun sebuah sistem pada organisasi yayasan yang sudah berusia lebih setengah abad ini. Budaya kerja tentu akan berbeda. Dan yang terpenting adalah persiapan sumber daya manusianya. Menurut kiyai, kini pada lapisan operasional Yayasan memang telah dipegang oleh generasi muda. Dan ini yang akan dimantapkan terus dan didorong oleh tokoh-tokoh tua dan para senior.

Menurut Kiyai Amin, langkah ini merupakan langkah yang tak bisa dihindari. Persaingan dalam bidang dakwah yang makin ketat, modernisasi dan pemikiran yang semakin cepat, maka Yayasan sebagai pelayan umat pun harus menyesuaikan diri dari realitas itu. (ICB)

Related items

noeralie

bukukhnoeralie